PEMENANG STORY TELLING CORE VALUE “INTEGRITY”

STORY TELLING CORE VALUE INTEGRITY

 

Setelah melakukan seleksi untuk Story Telling Core Value “ INTEGRITY”, ternyata banyak dari karyawan MMIers yang berbakat dan sudah memegang prinsip “integrity” itu sendiri. Hal ini dibuktikan dengan antusiasme yang luar biasa dari para peserta dan hasilnya pun memuaskan. Namun sesuai dengan ketentuan tetap akan diambil tiga peserta terbaik. Untuk Story Telling dengan Tema Integrity kali ini, berikut adalah daftar-daftar pemenang dengan ceritanya :

 

Terbaik Pertama       

Author             : Jemmy Newton Silaban

 

Cerita ini dimulai tahun 2015 ketika MMI mendapatkan project menjadi pengawas SAP di salah satu BUMN. Dipenghujung kontrak, Integritas saya mulai teruji, saya membuat laporan kepada BUMN bahwa pengerjaan konsultan tahap 5 belum layak untuk ditagihkan, laporan ini terdengar oleh Dirut PT. C.

Singkat cerita saya diundang oleh Dirut PT. C. yang kebetulan ada hubungan kekeluargaan. Dalam pertemuan tersebut beliau minta tolong agar saya merubah laporan dengan harapan perusahannya dapat melakukan penagihan. Diakhir pertemuan beliau bertanya “abang punya nomor rekening? nanti dikirim aja yah bang”. Selama perjalanan pulang ke kantor saya coba bepikir untuk mencari jawaban karena dihadapkan dengan suatu pilihan sulit antara tali persaudaraan dan uang atau sebuah Integritas?

 

Keesokan harinya, saya telepon Dirut PT. C dan menolak secara baik-baik permintaan untuk merubah laporan.

 

End of Story, saya tidak pernah merubah laporan pengawas satu kallimat pun. Ditahun 2019 bedasarkan audit Internal dan eksternal menyatakan PT. C telah melakukan Wanprestasi dan diminta mengembalikan seluruh uang yang tertera dalam kontrak ke BUMN. Pada 2020 ada pertemuan antara MMI dan BUMN, dan secara langsung Kadiv Pengadaan mengucap terima kasih kepada MMI karena tidak merubah laporan terakhir pengawas, karena jika merubah akan banyak karyawan BUMN yang diciduk KPK ataupun Kejaksaan.

 

 

Terbaik Kedua

Author             : Yogi Purnoyudho Nugroho

Integritas bukan sekadar ucapan belaka, melainkan kesanggupan untuk bertindak sesuai dengan yang diyakini. IMAN sangat membentuk elemen integritas. Integritas akan tampak saat seseorang diuji untuk bertindak.

Integrity, kata yang memiliki konsekuensi besar, hal ini pernah saya rasakan ketika melakukan pendampingan implementasi eproc di PT X , tender renovasi gedung dengan nilai yang besar, tender menggunakan metode pelelangan bidding sistem gugur. Ketika memasuki proses bidding, salah satu vendor menghubungi saya jam 23.30 menawarkan “kerjasama” terkait info HPS untuk pengadaan tersebut dengan “imbalan kerjsama” 5 kali lebih besar dari gaji  saya, tetapi atas dasar integrity (Iman dan kejujur) saya menolak. Ini bukan masalah uang tapi integritas yang tertanam.

 

Terbaik Ketiga

Author             : M. Bentar

We never imagine this “working from home”(WFH) era but now we’re there. Awalnya, kita merasa enjoy dengan new way to work. Planning, target, meeting dan mengerjakannya dengan so feel free. Jauh dari pantauan dan tak berbatas waktu. Satu hari, dua hari, masih terasa enjoy dan happy. Namun menginjak sepekan pertama dan kedua, terasa mati gaya. Bagaimana kita bisa lebih “hidup”?

WFH  membuat kita tak perlu formal dalam bekerja, tapi jangan lupa target.

WFH membuat kita tak perlu bertatap mata, tapi jangan lupa “sistem” harus berjalan. Bekerja dalam sistem tidak bisa membuat kita bermalasan, karena sistem menghubungkan satu dan yang lainnya. Jika satu error maka errorlah sistem yang sudah berjalan. We never want it, right?

Inilah saatnya kita bangkitkan our integrity. Ketika bekerja jauh dari si boss dan ketika bekerja in the most comfy zone (read: rumah), but we’re still doing our work seriously and responsibly. Itulah integritas tanpa batas.

 

 

Berdasarkan Story Telling yang masuk, berikut kami sampaikan perilaku yang mencerminkan Intgrity yang telah dijalankan oleh rekan-rekan  dalam kegiatan sehari-hari;

 

  • Menyelesaikan tugas dan tanggung jawab saat WFH tanpa harus ada yang mengawasi secara tatap muka
  • Menjaga kualitas yang baik dalam bekerja walaupun tidak diperhatikan atasan.
  • Dapat dipercaya untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang di bebankan kepadanya
  • Hadir ke kantor dengan tepat waktu sesuai ketentuan perusahaan (absen finger print atau tag location)
  • Konsisten serta amanah menjalankan tugas sesuai plan yang telah di tetapkan sebelumnya
  • Melaporkan progress sesuai tugas yang telah dikerjakan dengan tidak dilebih-lebihkan dan dikurangi/tidak curang.
  • Mengembalikan kelebihan Uang transaksi yang bukan miliknya.
  • Komitment untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan yang telah dijanjikan
  • Claim Operasional & Perjalanan Dinas sesuai dengan kebutuhan dan peraturan
  • Tidak melebihkan & mengurangi nilai nominal yang tertera pada struk pembelanjaan Operasional
  • Memberikan feedback apa adanya apabila rekan kerja melakukan kesalahan.
  • Tidak memihak kepada salah satu karyawan apabila terjadi perselisihan
  • Melakukan seleksi penerimaan karyawan sesuai dengan prosedur dan tidak menerima apabila tidak sesuai dengan kompetensi yang dibutuhakan
  • Data pekerjaan yang saya berikan harus selalu berdasarkan kenyataan, memiliki bukti yang kuat, bukan hasil manipulasi.
  • Memenangkan Tender/Kasus Pajak/dll tanpa adanya suap menyuap
  • Tidak menerima Suap untuk

 

Mari sama-sama kita terapkan Prinsip Integrity dalam menjalankan kegiatan sehari-hari

 

Demikian informasi ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *